Energi matahari adalah energi yang dipancarkan matahari dalam bentuk cahaya dan panas. Berdasarkan UU No. 30 Tahun 2007 tentang Energi, sinar matahari dikategorikan sebagai sumber energi terbarukan yang dapat dikelola secara efektif dan berkelanjutan.
Manfaat energi matahari bagi kehidupan manusia tidak terbatas pada satu bidang saja, mulai dari pembangkitan listrik bersih lewat PLTS, mengeringkan hasil pertanian, penerangan alami bangunan, menjaga kesehatan, sampai mengurangi emisi karbon. Di bawah ini adalah 7 manfaat utama energi matahari bagi kehidupan manusia dan lingkungan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2007 Tentang Energi, mengkategorikan sinar matahari sebagai sumber energi terbarukan, yaitu sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang berkelanjutan yang dapat dikelola secara efektif dan efisien.
Selain itu, energi matahari merupakan sumber energi alternatif yang dapat menggantikan sumber energi tak terbarukan. Pada dasarnya, energi tak terbarukan tersebut akan habis jika dieksploitasi secara terus-menerus, seperti minyak bumi, gas bumi, dan batu bara.
Pengelolaan energi matahari memiliki tujuan dan landasan atas asas kemanfaatan, rasionalitas, efisiensi berkeadilan, peningkatan nilai tambah, keberlanjutan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup, ketahanan nasional, dan keterpaduan dengan mengutamakan kemampuan nasional.
Varietas energi matahari digolongkan menjadi dua, yaitu sinar matahari dan fotovoltaik.
Seperti yang sebelumnya telah disebutkan, penggunaan energi matahari dapat disalurkan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pemanfaatan energi matahari secara langsung oleh panel surya yang disambungkan dengan peralatan elektronik berarus AC maupun berarus DC seperti lampu, pompa air, kulkas, dan televisi.
Sementara itu, penggunaan energi matahari secara tidak langsung, yakni dengan menyalurkannya pada bank penyimpanan seperti baterai, sehingga dapat digunakan kapanpun dibutuhkan.
Selain manfaat lingkungan, ada sejumlah keuntungan finansial dari penggunaan panel surya yang perlu dipertimbangkan.
Energi matahari yang dapat didayagunakan sebagai energi panas dengan metode surya termal, atau diubah ke energi listrik dengan teknologi photovoltaic melalui alat konversinya yaitu modul surya.
Energi cahaya matahari yang diterima suatu permukaan di bumi umumnya berkisar 1.000W/m². Artinya, setiap luasan 1 m² berpotensi menghasilkan energi listrik tenaga surya sebanyak 160 sampai dengan 200W.
Sistem pengolahan energi matahari berjalan dengan cara memusatkan energi pada satu titik atau concentrated solar power (CSP), panas yang dikonsentrasikan akan digunakan sebagai sumber pembangkit listrik penggerak generator.

Keistimewaan energi surya telah banyak kita rasakan manfaatnya, beberapa di antaranya yaitu:
PLTS adalah salah satu pemanfaatan energi matahari yang paling langsung, yakni menghasilkan listrik tanpa pembakaran bahan bakar saat beroperasi.
Melalui teknologi fotovoltaik, panel surya menangkap foton dari sinar matahari dan mengubahnya menjadi arus listrik. Setiap 1 m2 permukaan panel surya berpotensi menghasilkan 160-200 Wp listrik, tergantung efisiensi panel. Artinya, atap pabrik seluas 1.000 m2 bisa menghasilkan listrik di kisaran ratusan kWp, cukup untuk menyuplai sebagian besar beban operasional di siang hari.
Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, di Indonesia, potensi energi surya mencapai 207,8 GW, tapi kapasitas terpasang PLTS masih jauh di bawah angka itu. Di sinilah kesenjangan dan peluangnya sekaligus ada. Lalu, berdasarkan data dari IESR per akhir 2024, kapasitas PLTS terpasang Indonesia mencapai 916 MW.
Untuk menghitung estimasi kebutuhan dan penghematan PLTS bagi bisnis Anda, gunakan Kalkulator Energi dari SUN Energy.
Sebelum teknologi panel surya dikenal luas, masyarakat sudah memanfaatkan panas matahari untuk mengeringkan padi, ikan asin, kopra, tembakau, dan hasil bumi lainnya. Ini bukan manfaat yang usang. Sampai sekarang, pengeringan dengan energi matahari masih menjadi tulang punggung pengolahan hasil pertanian dan perikanan skala kecil hingga menengah di Indonesia.
Lebih dari sekadar menjemur, kini teknologi pengering tenaga surya (solar dryer) sudah digunakan untuk menjaga konsistensi kualitas produk, memperpendek waktu pengeringan, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar untuk oven pengering konvensional.
Cahaya matahari yang masuk lewat jendela, skylight, atau sistem pencahayaan alami (daylighting) mengurangi penggunaan lampu selama jam kerja. Ini bukan sekadar soal estetika. Untuk bangunan industri dan komersial yang beroperasi 8-12 jam per hari, penghematan konsumsi listrik dari pencahayaan bisa cukup signifikan.
Konsep green building modern mengintegrasikan desain pencahayaan alami sebagai bagian dari efisiensi energi bangunan, berdampingan dengan sistem PLTS atap.
Selain berperan dalam sintesis vitamin D, sinar matahari juga membantu memperbaiki kualitas tidur (Akita University School of Medicine), meningkatkan fungsi otak (University of Liege), dan menjaga sistem kekebalan tubuh (Georgetown University Medical Center). Paparan sinar matahari pagi hari merangsang produksi serotonin dan menekan hormon melatonin berlebih, yang secara langsung mempengaruhi mood dan kualitas tidur.
Yang perlu diperhatikan: manfaat ini berlaku untuk paparan matahari dalam batas wajar, terutama di pagi hari, bukan saat UV index tinggi di tengah hari.
Minyak bumi, gas bumi, dan batu bara adalah sumber energi yang jumlahnya terbatas dan terus berkurang. Energi matahari tidak. Selama matahari masih terbit, sumber energinya tidak akan habis.
Di sisi kuantitas, pemakaian energi surya berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar gas lebih dari 47 juta MMBTU per tahun dan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 4,58 juta ton CO2e, angka yang berarti untuk target net zero Indonesia di 2060.
Bagi industri, beralih ke energi surya bukan lagi sekadar pilihan ramah lingkungan. Ini sudah menjadi bagian dari strategi ESG yang dinilai investor dan mitra bisnis global.
Pelajari lebih lanjut bagaimana PLTS mendukung program ESG perusahaan
Transformasi energi menuju energi baru dan terbarukan melahirkan preferensi moda kendaraan dengan tenaga surya, baik dengan panel yang dirancang langsung pada kendaraan maupun stasiun pengisian daya yang disuplai dari sistem PLTS.
Di Indonesia, ekosistem kendaraan listrik mulai tumbuh. Stasiun pengisian yang ditenagai panel surya menjadi salah satu pendekatan yang menggabungkan dua solusi sekaligus: mobilitas listrik dan energi bersih.
Peran panel surya dalam mengurangi emisi karbon sudah terdokumentasi di berbagai studi dan laporan industri. Setiap kWh listrik yang dihasilkan dari energi surya adalah satu kWh yang tidak dihasilkan dari pembakaran batu bara atau gas. Di Indonesia, di mana bauran energi listrik masih didominasi bahan bakar fosil, setiap instalasi PLTS punya dampak nyata terhadap emisi karbon.
Invensi sel surya oleh Charles Fritts pada tahun 1883 seperti membuka gerbang ke masa depan, dimana setelahnya teknologi terbarukan dari energi matahari mulai memberikan harapan baru bagi dunia.
Salah satu pengaplikasian energi matahari sebagai energi terbarukan ialah melalui teknologi PLTS. PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya, mengkonversi sel surya atau photovoltaic yang dialihkan menjadi energi listrik dan selanjutnya dikenal dengan istilah solar photovoltaic system.
Dilansir dari Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial yang menjelaskan bahwa potensi energi surya di tanah air jumlahnya mencapai 207,8 Giga Watt (GW). Namun, hingga akhir 2021 kapasitas terpasang PLTS di Indonesia baru mencapai 200,1 Megawatt saja.
Stimulus yang diupayakan pemerintah saat ini yaitu dengan mengevaluasi kebijakan yang telah terbit, aktualisasi layanan dengan basis aplikasi, dan memangkas alur birokrasi permohonan izin pembangkit tenaga surya.
Dengan memberikan daya dukung terhadap program pemerintah, dan diseminasi untuk mengangkat konsep green product, SUN Energy menawarkan solusi terhadap kebutuhan energi surya yang berkelanjutan melalui komoditas yang inovatif dan teknologi yang modern.
SUN Energy mengelola lebih dari 420 MW proyek PLTS di Asia-Pasifik, termasuk Djarum, Wismilak, dan Blue Bird. Kalau ingin tahu estimasi penghematan untuk bisnis Anda, coba Simulasi Kalkulator SUN Energy atau hubungi kami melalui:
Whatsapp: +62 8810 1225 1888
Email: marketing@lifewithsun.com